Langsung ke konten utama

Postingan

Saatnya Bangsa Indonesia Belajar dari Bencana

Sungguh luar biasa kehidupan di dunia ini. Begitu banyak hal menarik yang bisa dijadikan bahan pelajaran yang berharga. Begitu banyak warnanya. Begitu banyak lika-likunya. Beruntunglah orang-orang yang berhasil menemukan hakekat kehidupannya. Beberapa hari terakhir, berita tentang bencana alam terus menghiasi media di Indonesia. Gempa bumi di Sumatera, banjir di Jakarta, meletusnya gunung merapi di Jogja-Jateng, dan lain sebagainya. Manusia memang makhluk lemah yang tidak kuasa atas kekuatan alam yang begitu besar. Alam dan manusia adalah makhluk Allah, yang seharusnya tunduk sepenuhnya kepada Allah Sang Penguasa Segalanya.

Sungguh Beruntung Orang yang Beriman pada Allah

Kehidupan di dunia ini sebentar dan sementara. Meskipun kita kadang berfikir dan berharap untuk dapat hidup selama mungkin atau bahkan dapat hidup selamanya, tetapi pasti kematian akan datang dan tidak dapat kita hindari. Yang jadi persoalan adalah, apakah kematian merupakan akhir dari segalanya? Sebagai orang yang dilahirkan dalam masyarakat yang beragama, kita telah diajarkan sejak dini bahwa akan ada kehidupan setelah kematian. Kehidupan yang abadi. Dan segala perbuatan yang kita lakukan selama hidup di dunia ini akan diminta pertanggungjawabannya kelak. Perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan yang melimpah, sedang perbuatan buruk akan dibalas dengan keburukan yang seimbang. Ini adalah ajaran umum yang mungkin sudah kita ketahui sejak kanak-kanak. Tetapi, apakah kita sudah merenungkan hal ini dengan perenungan yang mendalam?

Menjadikan Al-Quran Sebagai Bacaan Sehari-hari

Sampai saat ini aku masih terus terkagum-kagum jika merenungkan tentang Al-Qur'an . Sebuah mukjizat yang luar biasa yang telah diturunkan oleh Allah untuk umat manusia. Sebuah kitab yang tidak ada tandingannya sampai akhir zaman kelak. Yang terus dibaca bahkan dihapalkan oleh jutaan umat manusia, dari para sahabat Nabi SAW sampai umatnya di akhir zaman kelak. Begitu banyak kebaikan yang ada dalam Al Qur'an hingga tak mungkin untuk dapat diuraikan satu persatu. Tata bahasanya sungguh sempurna. Hingga, meskipun didengar oleh orang yang tidak paham bahasa Arab sekalipun akan tetap terasa keindahan dan kekuatannya. Ketika dibaca dengan khusyuk, maka akan timbul getaran kedamaian yang luar biasa. Hingga, tak bosan-bosannya manusia membacanya berkali-kali, terus dan terus membacanya sampai akhir hayat.

Beberapa Catatan Tentang Internet

Sebagai sebuah Teknologi , internet terus mengalami perkembangan yang luar biasa. Dari sebuah teknologi komunikasi sederhana di kalangan universitas atau badan intelijen yang terbatas, kini internet telah berkembang menjadi sebuah jaringan komputer yang mendunia dan seakan tanpa batas. Semua orang dari negara manapun bisa mengakses internet dengan mudah, dan dapat terkoneksi dengan orang di wilayah negara lain tanpa terikat jarak dan waktu. Kearah manakah perkembangan internet selanjutnya akan menuju?

Menggunakan Internet Gratis 15 Hari dari SMART

Bonus gratis Internet selama 100 hari yang aku peroleh saat membeli Modem Smart Haier CE100 telah habis beberapa hari yang lalu. Harus aku akui, dalam 100 hari tersebut aku telah mendapatkan pengalaman berinternet yang jauh berbeda dibandingkan dengan yang sudah-sudah. Dengan kestabilan yang baik serta kecepatan maksimal sampai 3.1 Mbps, maka aku merasa begitu bebas berselancar di dunia Internet. Mau download pun bukan lagi masalah yang berarti. Game The Sims 3 Ambition sebesar 4,7 GB pun dapat aku download kurang dari setengah hari atau kurang lebih 10 jam saja. Tentu ini sudah sangat bagus untuk ukuran Internet mobile.

Persiapan Menghadapi Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan selalu menjadi bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Tak terkecuali juga pada diri ini. Persiapan bulan Ramadhan 1431 H tahun ini terasa sedikit berbeda bagiku. Aku harus sudah mulai puasa kurang lebih 10 hari sebelum bulan Ramadhan tiba. Ya, dikarenakan sakit, aku masih berhutang puasa Ramadhan tahun sebelumnya selama 7 hari. Dan aku baru bisa melunasinya menjelang bulan Ramadhan tahun ini.

Memperbaiki Diri Sendiri

Pengajian Syeikh Abdul Qadir al-Jilany di Madrasahnya tanggal 18 Sya’ban 545 H. Sibuklah untuk memperbaiki dirimu dan kebaikanmu. Tinggalkan bicara ini dan itu, tinggalkan kerumitan duniawi, maka anda akan lepas dari problemamu menurut kemampuanmu. Nabi saw, bersabda: “Bebaskan dirimu dari kesusahan dunia menurut kemampuan maksimalmu.” Hai orang-orang yang tolol karena dunia, seandainya anda tahu, pasti anda tidak memburunya. Dunia ketika datang padamu, justru akan melelahkan dirimu, dan jika ia berpaling, dunia akan membuatmu susah. Namun bila anda mengenal Allah Azza wa-Jalla, anda akan makhluk bersamaNya. Namun anda tidak mengenal Allah Azza wa-Jalla, para Rasul, para Nabi dan para WaliNya.