Langsung ke konten utama

Proses Membentuk Akhlak Yang Baik

Membuat diri pribadi komitmen dengan akhlak tidaklah mudah. Banyak kendala untuk bisa merealisir ajaran akhlak Islam dalam kehidupan keseharian.

Namun, kita telah diberikan seorang yang bisa memberikan keteladanan akhlak Islam itu secara keseluruhan. Rasulullah SAW, beliaulah orangnya. Segenap ajaran akhlak, ada pada diri beliau.

Untuk membuat diri kita bisa menetapi akhlak Islam, pertama kali harus membenahi kondisi aqidah dalam dada, sebab itulah pokok kuncinya. Selebihnya bisa dinyatakan:

1. Mempelajari kehidupan rasul dan para sahabat
 
Pada generasi awal Islam, terdapat banyak khazanah, contoh keteladanan yang mulia. Akan bisa merupakan dorongan yang kuat apabila kita bisa mengerti kehidupan mereka itu. Bagaimana hubungan mereka dengan Allah, dan hubungan sosial mereka dengan manusia dan alam semesta ini. Semuanya pelajaran praktis tentang akhlak.


2. Pembinaan dan kesungguhan
 
Akhlak bisa muncul dengan sebuah proses pembinaan yang disertai kesungguhan. Untuk bisa memiliki akhlak suka memberi misalnya, perlu latihan dan pembinaan secara sungguh-sungguh, hingga akhirnya nanti benar-benar suka memberi secara spontan, sebagai suatu akhlak dalam diri.
 
3. Lingungan yang kondusif
 
Lingkungan amat berpengaruh bagi kehidupan seseorang. Seseorang yang semula baik bisa menjadi jahat jika tinggal di lingkungan penjahat. Sebaliknya, anak seorang penjahat bisa menjadi shaleh ketika dilingkungan orang-orang baik.

4. Memilih Teman Bergaul 

Teman bergaul memiliki pengaruh yang kuat dalam membentuk akhlak. Seseorang bisa masuk ke surga karena berteman dengan ahli surga, begitu juga seseorang bisa diseret ke neraka lantaran bergaul dengan ahli neraka.

Demikianlah beberapa upaya praktis untuk menumbuhkan akhlak Islam dalam jiwa. Memang membutuhkan waktu dan kesabaran, karena akhlak juga sebuah proses.

.

Komentar

Pos populer dari blog ini

Tanda-Tanda Takut Kepada Allah

Orang mukmin merupakan orang yang takut (khauf) kepada Allah SWT dengan seluruh anggota badannya. Seagaimana dikatakan oleh pakar fiqih, Abu Al-Laits, "Tanda-tanda takut kepada Allah SWT tampak dalam tujuh tempat."

Pertama, pada lisannya Ia akan menghindari perbuatan bohong, memfitnah, mengadu domba, dan banyak ocehan. Menyibukkan diri dengan zikir kepada Allah SWT, membaca Al-Qur'an, dan merenungkan ilmu pengetahuan.

Melihat Pameran buku di Gramedia Jogja

Sebagai seorang yang gemar membaca, maka toko buku merupakan salah satu tempat yang sering aku kunjungi di samping perpustakaan. Entah sudah berapa kali aku mengunjungi toko buku dan perpustakaan. Dan entah sudah berapa ratus buku yang aku beli atau aku pinjam. Tetapi itu terjadi beberapa tahun yang lalu, sebelum aku mengenal internet.

Dan entah sudah berapa lama aku tidak mengunjungi toko buku atau perpustakaan, sampai beberapa hari yang lalu. Secara tidak sengaja aku lewat toko buku Gramedia Jogjakarta yang berada di Jl. Jendral Sudirman No. 54, dan ternyata di halaman depan toko itu sedang diadakan pameran buku yang cukup ramai. Dan tentu, sebagai seorang yang gemar membaca aku tidak melewatkan kesempatan itu. Tanpa pikir panjang, aku segera berhenti untuk menikmati pameran buku ini barang sebentar.

Persiapan Menghadapi Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan selalu menjadi bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Tak terkecuali juga pada diri ini. Persiapan bulan Ramadhan 1431 H tahun ini terasa sedikit berbeda bagiku. Aku harus sudah mulai puasa kurang lebih 10 hari sebelum bulan Ramadhan tiba. Ya, dikarenakan sakit, aku masih berhutang puasa Ramadhan tahun sebelumnya selama 7 hari. Dan aku baru bisa melunasinya menjelang bulan Ramadhan tahun ini.